Preaload Image

Model Pembelajaran Teaching Factory 6 Langkah (Model TF-6M)

Model TF-6M adalah model pembelajaran dengan pendekatan Teaching Factory yang dipadukan dengan pengembangan jiwa entrepreneur bagi peserta didik sehingga mereka dapat mencapai kopetensi keahlian disertai dimilikinya karakter entrepreneur.

” Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat “

(Q.S. Al-Mujadalah : 11)


Model TF-6M

Model Program Pembelajaran Teaching Factory dengan 6 langkah atau Model Pembelajaran Teaching Factory- 6M dan selanjutnya disebut Model TF-6M. Model Pembelajaran Teaching Factory 6 Langkah (Model TF-6M) ini dikembangkan dari Disertasi penulis yang berjudul: Pengembangan Model Pembelajaran Teaching Factory 6 Langkah (Model TF-6M) Untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Dalam Mata Pelajaran Produktif Sekolah Menengah Kejuruan. Seminggu setelah promosi penulis diminta berbicara dalam sebuah Seminar Nasional dan penulis mempresentasikan makalah dengan judul: Implementasi Model Pembelajaran Teaching Factory Enam Langkah (Model TF-6M) Untuk Meningkatkan Kompetensi Produktif Siswa SMK Pariwisata (khususnya untuk Kompetensi Keahlian Tata Busana dan Tata Boga) 2010. Pada tahun 2011 dengan dana dari Direktorat Pembinaan SMK penulis melakukan Riset Pengembangan Pembelajaran Wirausaha Pendukung Industri Kreatif di SMK Tahun Ajaran 2011 dengan judul: Model pembelajaran Teaching Factory 6 Langkah (TF-6M) untuk Mengembangkan Industri Kreatif di SMK (Implementasi pada Kompetensi Keahlian: Teknik Pemesinan pada SMK Negeri 6 Bandung, Pastry dan Butik pada SMK Negeri 9 Bandung). Setelah itu dilakukan penelitian-penelitian baik yang bersifat menguji maupun menyempurnaan Model TF-6M, termasuk mencari pola implementasi yang efektif dalam mengimplementasikan Model TF-6M.

1. Menerima Pemberi Order

Berperan sebagai pekerja, peserta didik menerima pemberi order dengan berkomunikasi yang baik, dengan memperhatikan intonasi, mimik muka dan body language.

2. Menganalisis Order

Menganalisis order: membaca gambar kerja, menentukan bahan order, mesin, alat potong, putaran mesin, waktu kerja, harga dan tentang keselamatan kerja. Pekerja berkonsultasi dengan konsultan.

3. Menyatakan Kesiapan Mengerjakan Order

Dengan bekal hasil analisis order, dengan penuh keyakinan pekerja Menyatakan kesiapan mengerjakan order dengan tutur kata yang baik

4. Mengerjakan Order

Mengerjakan order dengan menerapkan keselamatan kerja, melakukan persiapan kerja, langkah kerja sesuai SOP, menilai hasil kerja dan menghitung waktu kerja, dan berkonsultasi dengan konsultan.

5. Melakukan Quality Contol

Melakukan quality control, mecocokan ukuran-ukuran, tingkat presisi dan fungsi benda kerja, sesuai dengan gambar kerja, dan berkonsultasi dengan konsultan.

6. Menyerahkan Order

Bertutur kata dengan baik dalam menyerahkan hasil kerja, meminta tanggapan pemberi order tentang hasil kerja, berusaha membina komunikasi yang baik dengan pemberi order.

Skip to toolbar