Rekomendasi Rembug Nasional 2017

Published by Admin on

PERAN ADGVI DAN APTEKINDO DALAM REVITALISASI LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI KEJURUAN (LPTK-PTK) MENDUKUNG INPRES NOMOR 9 TAHUN 2016 DALAM MENCIPTAKAN PROSES PEMBELAJARAN YANG PRODUKTIF DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
A. RASIONAL

  1. Pernyataan bahwa “untuk menghancurkan suatu bangsa, hancurkanlah pendidikannya” dan sangat strategis apabila berhasil menghancurkan moral dan mental gurunya;
  2. Peran guru sangat strategis baik dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki siswa sehingga mencapai kompetensi yang diharapkan, akan tetapi juga sangat strategis dalam menjaga dan mengembangkan jiwa kebangsaan siswanya dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, dimilikinya guru-guru professional adalah mutlak;
  3. Di berbagai kesempatan, diberbagai provinsi, dan kota/kabupaten dilontarkan pertanyaan “ maukah Bapak/Ibu anaknya atau cucunya diajari oleh guru yang tidak bagus”, ternyata tidak ada seorangpun yang menjawab “mau”. Artinya dapat disimpulkan bahwa seluruh masyarakat mengharapkan guru yang menjalankan peran dan fungsinya dalam melaksanakan pendidikan ingin yang terbaik.
    Pertanyaannya sudahkan kita menyiapkan putra-putri terbaik kita untuk menjadi guru profesional;
  4. Pemerintah telah mendirikan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikn (LPTK) dengan visi dan misinya yang intinya menyelenggarakan pendidikan calon guru untuk menghasilkan calon-calon guru professional. Apakah visi dan misi ini masih
    menjadi pegangan utama ataukah sudah terkontaminasi dengan peran-fungsi lainnya.
  5. Proses pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disinyalir masih belum berjalan sesuai dengan harapan, dengan berbagai kondisinya (terutama karena pola pikir formalitas keamanan dan pencitraan yang keliru) yang bermuara padakenyataan bahwa tingkat pengangguran lulusan SMK menduduki posisi paling tinggi;
  6. 6. Dengan semangat reformasi pemerintah telah mengeluarkan Inpres Nomor 9/2016 Tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Untuk terlaksananya harapan Inpres tersebut maka faktor guru sebagai unsur penentu dalam proses pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah mutlak. Oleh karena itu revitalisasi LPTK-PTK adalah suatu keniscayaan sehingga diharapkan keluar pernyataan bahwa “LPTK atau lebih khusus LPTK-PTK siap menyiapkan calon-calon guru profesional SMK.”

B. REVITALISASI
Dikeluarkannya Inpres Nomor 9 Tahun 2016 oleh Presiden menggambarkan harapan yang sangat besar agar sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing menghadapi  Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau bahkan pada persaingan tingkat dunia yang
bermuara pada meningkatnya pendapatan perkapita bangsa Indonesia yang menggambarkan tingkat kesejahteraan rakyatnya.
Dengan keluarnya Inpres Nomor 9/2016 yang keberhasilannya bertumpu pada kualitas guru, maka posisi LPTK-PTK sebagai penghasil calon guru SMK menjadi sangat penting, oleh karena itu dalam rangka menghasilkan calon guru profesional yang sangat diharapkan oleh seluruh masyarakat perlu dilakukan langkah-langkah revitalisasi yang harus dimulai dari:

  • Terekrutnya bibit-bibit potensial yang berminat dan berbakat kuat untuk menjadi guru; Yang membutuhkan guru adalah masyarakat yang diwakili oleh Dinas Pendidikan Provinsi, jadi masyarakatlah yang harus menyiapkan putra-putri terbaiknya untuk diseleksi menjadi calon mahasiswa, calon guru profisional.
  • Program pendidikan yang menjamin dihasilkannya calon guru SMK Profesional; Ini adalah tugas LPTK-PTK merevitalisasi Program Pendidikannya mengacu pada Undang-undang Guru dan Dosen 14/2005, dengan empat kompetensi gurunya.
  • Proses pembelajaran/pendidikan calon guru profesional SMK yang mampu menghadapi tuntutan dan tantangan proses pembelajaran di SMK; bentuk dan proses pendidikan/perkuliahan apakah sama saja seperti selama ini ataukah perlu revitalisasi sesuai dengan karakter professional guru.(contoh Pendidikan Kedokteran)
  • Pendidik dan tenaga kependidikan yang mumpuni melalui tridharma perguruan tinggi baik dalam proses pembelajaran, dalam menghasilkan pemikiran-pemikiran melalui penelitian yang sangat berguna untuk menjawab permasalahan-permasalahan pada pendidikan SMK dan pada pendidikan kejuruan pada umumnya. Sehingga pemikiran tentang pendidikan vokasi dan kejuruan adalah menjadi ranah, pemikiran dan keunggulan LPTK-PTK. Hal ini berimplikasi pada Program Pascasarjana LPTK-PTK sebagai lembaga yang harus menghasilkan konsep, pemikiran untuk menemukan kebaharuan-kebaharuan yang menjadi solusi terhadap masalah-masalah di pendidikan vokasi dan kejuruan.
  • Standar kompetensi yang dijadikan acuan baik dalam proses belajar maupun pada uji kompetensi dan sertifikasi; Dalam hal ini mungkin kerjasama LPTK-PTK (dalam hal ini APTEKINDO dengan ADGVI) menghasilkan standar-standar dari empat kompetensi guru yang harus tergambarkan dalam bentuk Alat Uji Kompetensi dan tersurat dalam Program Pendidikan calon Guru dan implementasinya.
  • Jaminan bagi lulusan LPTK pada umumnya dan khususnya LPTK-PTK untuk diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan yang sudah dirancang sebelumnya. Ini menjadi point penting lainnya tidak mungkin STPDN menghasilkan calon pamong yang tidak ada daerahnya, begitu juga guru; kembali kepada siapa yang membutuhkan itulah, putra-putri daerah tadi harus kembali kedaerah untuk membangun daerahnya dalam bidang pendidikan vokasi dan kejuruan.

Revitalisasi LPTK-PTK harus berorientasi kebutuhan baik kualitas maupun kuantitas guru profesional. Karena itu perlu dilakukan pemetaan kebutuhan guru keahlian di SMK berdasarkan perkembangan iptek dan sekolah sehingga kebutuhan guru profesional setiap keahlian dapat diprediksi hingga 5-20 tahun mendatang. Berdasarkan pemetaan kebutuhan guru profesional tiap keahlian maka dapat dipetakan program-program studi di LPTK-PTK baik berdasarkan kebutuhan maupun kapasitas di LPTK/LPTK-PTK, itulah yang perlu direvitalisasi (lihat Dadang Hidayat M: Rekomendasi Rembug Nasional 2016).


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *