Rekomendasi Rembuk Nasional 2016

Published by Admin on

Meningkatkan Jumlah dan Kualitas Guru Keterampilan pada Sekolah Vokasi
Masalah jumlah dan kualitas guru Produktif di SMK timbul, karena:

  1. Pertambahan jumlah SMK yang massif (6000an th.2008 dan 13552 pada 13/10/2016).tidak disertai dengan penyiapan gurunya dengan baik.
  2. Tidak ada koordinasi antara lembaga terkait; masing-masing berjalan sendiri-sendiri dengan egonya masing-masing.

Skema di atas mengajak kita berpikir holistic, komprehensif dan tidak terkotak-kotak tentang pendidikan Kejuruan/Vokasi. Lahirnya Kepres no.9/2016 sebagai payung, untuk mewujudkan pemikiran2 lama yang bagus. Tahun 2012 dilaksanakan “Rembug Nasional SMK Membangun Bangsa” Kerjasama UPI dengan Dir. PSMK dan Aptekindo dengan menghasilkan Deklarasi Bumi Siliwangi yaitu:

  1. Mendukung Pengembangan Industri Kreatif berbasis SMK dengan tidak menjadikan SMK sebagai Industri.
  2. Perlu re-design dan revitalisasi peran LPTK-PTK meliputi: rekrutmen calon mahasiswa, standarisasi kurikulum dan perannya dalam pengembangan SMK.
  3. Perlu kerjasama sinergi antara Direktorat PSMK, Direktorat P2TK, Dirjen Dikmen, Direktorat Diktendik Dirjen Dikti, Pemda, Masyarakat Industri, Asosiasi dan LPTK-PTK.
  4. Perlu adanya jaminan bagi lulusan LPTK-PTK untuk bekerja sesuai dengan profesinya sebagai Guru SMK.
  5. Perlu dukungan dan payung hukum bagi Direktorat PSMK dan LPTK-PTK dalam menunjang pengembangan industri kreatif berbasis SMK.

Semua pemikiran harus bermuara pada dihasilkannya lulusan SMK yang terstandar, maka kita harus mengambil langkah-langkah konkrit berupa:

  1. Berpikir holistic dan komprehensif tentang pendidikan Kejuruan/ Vokasi.
  2. Rekrut lulusan LPTK-PTK, lakukan uji kompetensi, bagi yg lulus angkat jadi guru SMK dan bagi yg tidak lulus, lakukan pelatihan dan uji kompetensi dan yg lulus angkat jadi guru SMK.
  3. Hindari pengangkatan guru yang asal-asalan karena akan menjadi masalah dan berdampak buruk pada proses pendidikan sampai berpuluh tahun kedepan.
  4. Daya gunakan dan berdayakan LPTK-PTK, kokohkan peran dan fungsinya sebagai penghasil calon2 guru produktif profesional SMK, dan lakukan Revitalisasi agar dapat menenuhi seluruh kebutuhan Guru Produktif SMK.
  5. Lakukan pemetaan kebutuhan guru produktif SMK untuk 4-5 tahun ke depan dan selanjutnya.
  6. Lakukan pemetaan prodi2 LPTK-PTK sehingga terpetakan kekuatan LPTK-PTK sehingga bisa dipetakan kuota masing LPTK-PTK sehingga kebutuhan guru SMK bisa dipenuhi oleh LPTK-PTK.
  7. Dalam hal LPTK-PTK belum bisa menghasilkan calon guru produktif yang dibutuhkan cukup banyak, maka dapat dilihat potensi LPTK-PTK,Universitas dan Industri sekitarnya. Contoh guru kepelautan dan kelautan, perkapalan, mungkin dapat dibuka di Unesa karena disana ada Unair dan PT.PAL yang bias mendukung. Dalam hal jumlah kebutuhannya sedikit maka dpt dilakukan kerjasama antara lptk-ptk dengan Universitas yang memiliki keahlian tsb. Contoh, dulu kerja bersama IKIP Bandung dengan STPB dalam menyelenggarakan D3 Guru Kejuruan Usaha Perjalanan Wisata (GKUPW)

Oleh karena itu untuk jangka panjang mendayagunakan LPTK-PTK adalah mutlak, oleh karena itu sangat strategis melakukan Revitalisasi LPTK-PTK saat ini, untuk nenyiapkan kebutuhan guru produktif SMK untuk 4-5tahun kedepan dan seterusnya.
Revitalisasi LPTK-PTK harus dimulai dan meliputi:

  1. Pola rekruitmen calon guru professional (bibit).
  2. Program pendidikannya.
  3. Dosen pengampunya,
  4. Sarana Prasarana
  5. Proses pendikannya dan
  6. Uji kompetensinya.

Setelah semua itu terpenuhi, bagi yang lulus uji kompetensi angkatlah menjadi PNS/ASN dan lakukan pembinaan sebagai Guru Profesional sampai mencapai jabatan Guru Utama. Saat ini terasa bagaimana butuhnya guru yang bagus, siapa pun tidak ada yang mau anak atau cucunya diajari oleh guru yang tidak bagus dan ridlokah kalau anak kita masuk sekolah guru tapi nasib masa depannya tidak jelas. Sudah saatnya pendidikan Guru khususnya calon guru SMK diatur dikelola dan diperlakukan seperti pendidikan Akabri dan STPDN. Jenjang program pendidikan guru produktif SMK dapat S1 ataupun D4 tapi yang penting harus dihasilkan guru produktif yang memiliki 4 kompetensi guru, dan kemampuan kompetensi profesionalnya berstandar industri. Jadi mutlak menyiapkan dosen dan sarana praktek lptk-ptk yg terstandar, menjadi bagian dari revitalisasi LPTK-PTK. Kalau LPTK/LPTK-PTK sudah siap maka amandemen Undang2 no.14/2005, sehingga Profesi Guru benar-benar profesi terhormat.
Sebagai bahan pertimbangan ini sebuah Model Program Pendidikan Guru yang dapat memenuhi harapan tersebut :
“Model Program Pendidikan Guru Trans Nasional” Mengembangkan Kompetensi Calon Guru Profesional Bidang Vokasi.
( Hak Cipta dari KemKumHam No.C00201504 tgl.24/11/2015; No.Pen 077732.)


1 Comment

ZUHAIR AKBAR · July 27, 2018 at 10:31 am

Kualitas dari peran seorang Guru Keterampilan di Sekolah sangatlah membantu dalam perkembangan murid agar lebih terampil, keuntungan nya agar para murid dapat memberikan hasil karya baru olahan tangan sendiri dari barang yg tersedia.
dan alangkah baiknya karya tersebut dalam di perjual belikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *